SUKABUMI – Seputar Jagat News. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI dengan tema “Meneguhkan MUI dalam Menyongsong Peradaban di Tahun 2045”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, di Auditorium Kampus 2 Al Ittihad Purabaya.
Musda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah dakwah dan peran keumatan di tingkat lokal, sekaligus menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimcam Purabaya, pengurus MUI masa khidmat 2021–2026, unsur pimpinan pondok pesantren, para ketua MUI desa se-Kecamatan Purabaya, serta pimpinan lembaga keagamaan. Sekitar 80 peserta tercatat mengikuti forum tersebut, mencerminkan tingginya partisipasi dalam penguatan peran ulama di tengah masyarakat.
Perwakilan MUI Kabupaten Sukabumi, Drs. K.H. Abas, MM, menegaskan pentingnya konsolidasi internal serta penguatan fungsi MUI sebagai penjaga moral umat. Menurutnya, dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, MUI dituntut tidak hanya adaptif terhadap perubahan sosial, tetapi juga mampu menjadi penuntun arah peradaban berbasis nilai keislaman.
Sementara itu, Sekretaris MUI Kecamatan Purabaya masa khidmat 2021–2026, Ust. Asep Budiyansyah, S.Hum., M.Pd., menyampaikan bahwa Musda VI bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang evaluasi dan refleksi kepengurusan.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Musda berjalan lancar dan khidmat. Ini menunjukkan kuatnya kebersamaan dan tanggung jawab seluruh elemen,” ujarnya.
Melalui musyawarah mufakat, forum menetapkan KH. M. Suhaemi Idris, sesepuh Pondok Pesantren Roudhotul Huda Pasir Manjar Purabaya, sebagai Ketua MUI Kecamatan Purabaya masa khidmat 2026–2030. Ia diharapkan mampu membawa MUI lebih progresif dan responsif terhadap dinamika umat.
Struktur lengkap kepengurusan akan ditetapkan dalam waktu 30 hari ke depan sesuai keputusan sidang.
Di akhir kegiatan, pengurus demisioner menyampaikan selamat kepada ketua terpilih serta permohonan maaf atas kekurangan selama masa jabatan. Mereka juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, seraya berharap estafet kepemimpinan ini semakin memperkuat peran MUI dalam membina umat menuju kehidupan yang religius, harmonis, dan berkeadaban.
Musda VI ini menegaskan bahwa di tengah arus modernitas, ulama tetap menjadi pilar penting dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan dan nilai spiritual demi terwujudnya peradaban yang berakhlak mulia.
Sukma
