Bantargadung – Seputar Jagat News, 20 Juli 2026. Kelompok Tani (Poktan) Citamiang melaksanakan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp115.000.000 (seratus lima belas juta rupiah). Program tersebut diperuntukkan bagi para petani sawah di Kampung Citamiang, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung. Selama kurang lebih 12 tahun, para petani di wilayah tersebut mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air sehingga lahan pertanian kerap mengalami kekeringan.
Setelah adanya kepengurusan baru di Poktan Citamiang, program Oplah Non Rawa akhirnya dapat direalisasikan pada Juli 2026 melalui bantuan pemerintah pusat dengan pendampingan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bantargadung.
Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas lahan pertanian sekaligus memperkuat perekonomian para petani di Kampung Citamiang. Dengan tersedianya pasokan air yang lebih baik, diharapkan hasil panen dapat meningkat sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.
Pelaksanaan program di Poktan Citamiang berbeda dengan yang diterapkan di Poktan Bina Tani. Jika di Poktan Bina Tani menggunakan pompa untuk mengalirkan air, di Poktan Citamiang sistem yang digunakan memanfaatkan air pasang yang dialirkan melalui pipa karet berdiameter 4 inci. Air kemudian ditampung pada lima bak penampungan yang telah dibangun, terdiri atas satu bak berukuran 3 x 3 meter, tiga bak berukuran 160 x 160 sentimeter, serta satu bak berukuran 125 x 1 meter. Dari bak penampungan tersebut, air selanjutnya dialirkan ke areal persawahan milik para petani.

Ketua Poktan Citamiang, Acep Sumitra, saat ditemui awak Seputar Jagat News, menjelaskan bahwa pelaksanaan program saat ini telah mencapai sekitar 70 persen.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat, khususnya para petani di Kampung Citamiang, sehingga sektor pertanian di wilayah ini semakin berkembang,” ujar Acep Sumitra.
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala yang berarti.
(H. Setiawan)
