SUMENEP – Seputar Jagat News. Sejumlah aktivis kemasyarakatan bersama media mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep guna menemui Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Akhmad Fairusi, S.Pd., M.A.P., Senin (2/11). Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta klarifikasi dan konfirmasi resmi terkait dugaan dua oknum guru, yang merupakan ASN asal wilayah daratan Sumenep, namun jarang menunaikan tugas mengajar di SDN Karamian, Kecamatan Masalembu Kabupaten Sumenep.
Aktivis bersama awak media menyampaikan bahwa laporan ini didasarkan pada keluhan mendalam dari masyarakat dan orang tua siswa di lembaga sekolah kepulauan tersebut. Dua oknum guru yang berasal dari salah satu kecamatan di wilayah daratan Sumenep itu disinyalir kerap meninggalkan tempat tugasnya di pulau terluar dalam jangka waktu lama tanpa alasan yang jelas, sehingga berdampak buruk pada kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa.
Menanggapi hal tersebut, Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Akhmad Fairusi, menyambut baik kehadiran para aktivis dan awak media sebagai bentuk fungsi kontrol sosial masyarakat demi kemajuan pendidikan daerah. Pihaknya menegaskan akan segera menindaklanjuti laporan ini dengan melakukan verifikasi langsung ke lapangan.
“Kami berterima kasih atas informasi yang disampaikan rekan-rekan media dan aktivis. Kami akan segera berkoordinasi dengan pengawas sekolah dan kepala sekolah di Masalembu untuk mengonfirmasi kebenaran informasi terkait dua oknum guru ini. Sebagai ASN asal daratan yang ditempatkan di kepulauan, kewajiban murni pelayanan harus tetap dijunjung tinggi. Jika terbukti ada pelanggaran disiplin kepegawaian, kami tidak segan menjatuhkan sanksi tegas sesuai dengan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas.
Akhmad Fairusi saat ditemui di ruang kerjanya dikonfirmasi awak media
menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti pada tahap konfirmasi ini saja. Pihak media bersama para aktivis menyatakan komitmennya untuk terus mengawal ketat perkembangan laporan ini hingga mendapatkan titik terang dan kejelasan tindakan nyata dari Dinas Pendidikan Sumenep.
Langkah pengawalan ini dinilai penting agar hak pendidikan anak-anak di Pulau Karamian tidak terus dikorbankan oleh oknum pendidik yang tidak disiplin.
Pihak Dinas Pendidikan Sumenep juga menyatakan komitmennya untuk terus memperketat pengawasan kinerja tenaga pendidik, khususnya guru-guru asal daratan yang ditugaskan di wilayah kepulauan seperti Pulau Karamian, guna memastikan hak mendapatkan pendidikan yang layak bagi anak-anak kepulauan tetap terpenuhi dengan baik.
Hal ini tentunya menjadi peringatan dan evaluasi kepada para oknum guru yang kurang disiplin dan lalai pada tugasnya dan instansi terkait supaya ditindaklanjuti dengan cepat dan segera di beri sanksi agar kejadian seperti ini tidak terus berulang.
(M/B)
