Membangun Martabat Bangsa Melalui Pendidikan Kesetaraan.
PASEH, SUMEDANG – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Mandiri secara resmi mengumumkan pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027. Program yang melayani Paket A, B, dan C ini hadir bukan sekadar sebagai formalitas mendapatkan ijazah, melainkan sebagai jawaban atas urgensi pendidikan di era kompetisi global.
Kepala PKBM Bina Mandiri, Indrayani, S.S., M.Pd., menekankan bahwa pendidikan adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar. “Di zaman sekarang, pendidikan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan urgensi. Tanpa bekal ilmu dan legalitas pendidikan yang diakui, masyarakat akan sulit mengakses peluang kerja yang layak dan terjebak dalam lingkaran ketidakpastian ekonomi,” ungkap beliau.
Lebih lanjut, Ibu Indrayani menambahkan bahwa pendidikan adalah alat untuk meningkatkan martabat manusia. “Pendidikan kesetaraan di PKBM Bina Mandiri memberikan kesempatan kedua bagi siapa saja untuk berdiri sejajar, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk bertumbuh.”



Dukungan Pemerintah Setempat
Urgensi ini juga diamini oleh Bapak Abdul Somad, S. E., M.M., Kasi di Kecamatan Paseh. Dalam tanggapannya, beliau menyebutkan bahwa rendahnya tingkat pendidikan berbanding lurus dengan angka kemiskinan di suatu daerah.
“Kami di tingkat kecamatan terus mendorong agar tidak ada lagi warga Paseh yang putus sekolah. Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Jika kualitas SDM warga kita meningkat, maka kesejahteraan di wilayah Paseh pun akan ikut terangkat secara otomatis. Kami sangat mendukung PKBM Bina Mandiri dalam misi mulia ini,” tutur Bapak Abdul Somad.
Harapan dan Suara Masyarakat
Antusiasme warga menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya sekolah mulai tumbuh kuat. Asep (32), seorang calon peserta didik, mengungkapkan alasannya kembali bersekolah.


“Bagi saya, pendidikan itu darurat. Tanpa ijazah, kemampuan saya tidak dihargai secara profesional. Saya ingin sekolah lagi bukan cuma buat selembar kertas, tapi supaya saya punya wawasan yang lebih luas untuk menghidupi keluarga,” ujarnya.
Senada dengan Asep, Ria Wati (30) melihat pendidikan sebagai cara untuk merubah nasib generasi. “Saya ingin anak-anak saya melihat bahwa ibunya saja masih mau belajar. Pendidikan itu kunci supaya kita tidak mudah dibohongi dan bisa lebih mandiri di masyarakat,” jelasnya.
Informasi Pendaftaran:
PKBM Bina Mandiri mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk segera mendaftarkan diri.
Program: Paket A (SD), B (SMP), C (SMA)
Syarat: Fotokopi Ijazah terakhir, KK, dan pas foto.
Poin-Poin Inti Opini Urgensi Pendidikan (Untuk Bahan Pidato/Caption):
Pemutus Rantai Kemiskinan: Pendidikan adalah satu-satunya jalan paling efektif untuk keluar dari keterbatasan ekonomi.
Adaptasi Zaman: Di era digital, literasi dan kemampuan berpikir kritis (yang didapat dari sekolah) sangat diperlukan untuk bertahan hidup.
Legitimasi Profesional: Ijazah resmi adalah syarat mutlak dalam administrasi dunia kerja modern dan jenjang karier yang lebih tinggi.
Pengembangan Karakter: Sekolah bukan hanya soal materi pelajaran, tapi membentuk mentalitas pantang menyerah dan disiplin. (HS)
