Penuh Disiplin, Pasukan Pengibar Hari Santri di Arjasa Bersiap Kibarkan Merah Putih

WhatsApp Image 2026 10 11 at 9.54.16 AMd

SUMENEP – Seputar Jagat News. Di bawah langit Arjasa yang membentang luas, langkah-langkah muda terus ditempa. Debu Alun-Alun Arjasa menjadi saksi bagaimana puluhan peserta pengibar bendera menjalani latihan demi latihan, mempersiapkan diri menyambut momentum sakral Hari Santri Nasional 2026 yang akan diperingati pada 22 Oktober mendatang.

Sudah lima hari mereka menjalani latihan secara intensif. Terik matahari bukan alasan untuk berhenti, keringat bukan alasan untuk mengeluh, dan rasa lelah justru menjadi bagian dari proses menempa mental. Setiap gerakan terus diulang, setiap langkah diperbaiki, dan setiap kesalahan menjadi pelajaran agar kelak mampu berdiri tegap ketika Sang Merah Putih dikibarkan.

Latihan tersebut bukan sekadar tentang barisan yang rapi atau langkah kaki yang serempak. Di balik setiap aba-aba, tersimpan pendidikan tentang disiplin, tanggung jawab, keberanian, kekompakan, dan pengabdian. Sebab menjadi pengibar bendera berarti bersedia memikul amanah, menjaga kehormatan tugas, serta memberikan yang terbaik pada momen yang penuh makna.

Para peserta mendapat gemblengan langsung dari pelatih Koramil 0827/18 Kangean, yakni Serka Adi Sujarwadi dan Sertu I Ketut Sumerata. Dengan ketegasan dan ketelitian, keduanya terus mengarahkan peserta agar mampu menguasai setiap gerakan secara tepat. Dari sikap sempurna hingga langkah tegap, semuanya ditempa melalui latihan yang berulang dan penuh kesungguhan.

WhatsApp Image 2026 10 11 at 9.54.16 AMa

“Tidak ada kekompakan tanpa latihan, tidak ada kedisiplinan tanpa proses, dan tidak ada keberhasilan tanpa kesungguhan.” Semangat itulah yang seakan menjadi napas dalam setiap latihan. Para peserta dituntut bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki konsentrasi dan mental yang kokoh untuk menghadapi tugas pada hari pelaksanaan nanti.

Di sisi lain, pendamping pelatih Ayyul Farikyni dan Desi Safitri turut memberikan dukungan selama proses persiapan. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga semangat peserta, memastikan latihan berjalan dengan baik, sekaligus membantu menciptakan suasana latihan yang tetap serius namun penuh kebersamaan.

Pemandangan di Alun-Alun Arjasa menjadi gambaran tentang sebuah proses panjang menuju satu momen penting. Ketika aba-aba terdengar, puluhan peserta bergerak dalam satu irama. Tidak ada langkah yang boleh mendahului, tidak ada gerakan yang boleh tertinggal. Sebab pada akhirnya, kekompakan adalah wajah dari sebuah perjuangan bersama.

WhatsApp Image 2026 10 11 at 9.54.16 AM

Hari Santri bukan sekadar tanggal yang tercantum dalam kalender. Ia adalah momentum untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam perjalanan bangsa, sekaligus menanamkan kembali nilai religius dan nasionalisme kepada generasi muda. Karena itu, persiapan pengibaran bendera menjadi bagian dari upaya menghadirkan semangat tersebut dalam sebuah peringatan yang khidmat dan bermartabat.

Kini, perjalanan menuju 22 Oktober 2026 masih terus berlanjut. Lima hari telah dilalui, namun latihan belum selesai. Masih ada langkah yang harus disempurnakan, gerakan yang harus diseragamkan, dan mental yang harus terus dikuatkan. Dari Alun-Alun Arjasa, mereka sedang belajar satu hal penting: bahwa bendera yang berkibar tinggi selalu lahir dari perjuangan yang ditempa dengan disiplin, keringat, dan pengabdian.
(M/Y)

11 / 100 SEO Score

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *