SUKABUMI – Seputar Jagat News, 11 Februari 2026. Pemerintah Kecamatan Kabandungan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (11/2/2026) di Aula Kecamatan Kabandungan.
Musrenbang tahun ini mengusung tema “Penyiapan Ekosistem Pendukung untuk Penguatan Agroindustri dan Pariwisata”. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah pembangunan berbasis potensi wilayah.
Kegiatan dihadiri unsur Forkopimcam Kabandungan, seluruh kepala desa se-Kecamatan Kabandungan, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur lembaga kemasyarakatan, serta perwakilan pemangku kepentingan terkait. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hendra Purnama, S.Si., M.Si., dari Fraksi PKS.
Camat Kabandungan, Lilih Resmiati, S.KM., S.Tr.Keb., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Musrenbang tersebut. Ia menegaskan bahwa dari lima skala prioritas pembangunan, infrastruktur jalan menjadi perhatian utama.

“Kondisi jalan kabupaten di wilayah kami sudah cukup mengkhawatirkan. Mudah-mudahan bisa terealisasi pada semester pertama,” ujarnya.
Dari enam desa di Kecamatan Kabandungan, tercatat sebanyak 120 usulan pembangunan diajukan. Namun, berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran, diproyeksikan sekitar 30 kegiatan yang dapat direalisasikan, dengan alokasi rata-rata lima usulan per desa.
Selain infrastruktur, sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius. Camat Lilih mengungkapkan bahwa wilayah Kabandungan sempat menjadi sorotan akibat kasus cacingan yang viral beberapa waktu lalu.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak kecamatan berkoordinasi dengan Puskesmas dan tim lintas sektoral, termasuk menindaklanjuti kunjungan Kementerian Kesehatan yang telah melakukan pemeriksaan terhadap 434 sampel warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari PAUD hingga lansia.
“Hasilnya, sebanyak 44 orang atau sekitar 17 persen dinyatakan terdampak,” jelasnya.
Sebagai langkah preventif, pemerintah kecamatan meluncurkan inovasi bertajuk “Uting Unyu” (Gunting Kuku Secara Kontinu). Program sederhana ini bertujuan membangun kebiasaan hidup bersih, khususnya pada anak-anak, guna menekan potensi penyebaran cacingan.
“Program ini memang sederhana dan peralatannya pun tidak mahal, tetapi kami berharap bisa memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” tambahnya.
Di sisi lain, Sekretaris Kecamatan Kabandungan juga menyoroti kendala di bidang kesehatan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Hingga saat ini, wilayah Kabandungan belum memiliki Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) maupun sarana penunjang yang memadai.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan.
Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Kecamatan Kabandungan berharap seluruh usulan prioritas dapat diakomodasi secara bertahap, sejalan dengan visi penguatan agroindustri dan pariwisata yang berkelanjutan di wilayah tersebut. (MP)
