Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

WhatsApp Image 2026 05 29 at 11.50.46

SumenepSeputar Jagat News. Dalam upaya mendukung dan memperkuat ketahanan pangan daerah, jajaran Polres Sumenep Polda Jawa Timur menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan pertanian berbasis teknologi modern atau smart farming. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui kehadiran Kabag SDM Polres Sumenep, Kompol Widiarti S., S.H., dalam kegiatan panen melon dengan metode Machida di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Jumat (29/05/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi Polri terhadap inovasi pertanian yang berkembang di Kabupaten Sumenep. Budidaya hortikultura di wilayah tersebut kini mulai bertransformasi dengan memanfaatkan teknologi modern asal Jepang yang diterapkan oleh petani milenial setempat.

Metode Machida yang dikembangkan oleh petani milenial bernama Khalik terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman melon secara signifikan. Dalam satu batang tanaman, metode ini mampu menghasilkan sekitar 20 hingga 30 buah melon dengan kualitas yang seragam dan sesuai standar pasar modern.

Dalam kesempatan itu, Kompol Widiarti meninjau langsung area green house tempat budidaya melon berlangsung. Ia juga berdiskusi dengan para petani terkait sistem pengelolaan nutrisi tanaman serta metode perawatan presisi yang diterapkan dalam sistem smart farming tersebut.

WhatsApp Image 2026 05 29 at 11.50.47

Kompol Widiarti menegaskan bahwa Polres Sumenep sangat mendukung berbagai inisiatif masyarakat, khususnya generasi muda di sektor pertanian, yang berani menghadirkan inovasi demi mendukung kemandirian pangan nasional.

“Polres Sumenep berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan. Keberhasilan para petani milenial di Desa Kasengan dengan metode smart farming ini adalah langkah maju yang luar biasa. Hal ini membuktikan bahwa sektor pertanian memiliki prospek ekonomi yang cerah bagi generasi muda jika dikelola dengan teknologi yang tepat,” ujar Kompol Widiarti.

Menurutnya, penerapan pertanian presisi seperti metode Machida menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan pertanian konvensional, terutama dalam hal efisiensi penggunaan lahan serta menjaga konsistensi kualitas hasil produksi.

Kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat luas agar semakin memanfaatkan teknologi dalam menciptakan sistem pertanian yang modern dan berkelanjutan.

Sementara itu, pihak penyuluh pertanian yang turut hadir di lokasi panen juga menyoroti pentingnya peran petani milenial yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Mereka dinilai menjadi modal strategis dalam mendorong kemajuan sektor pertanian daerah.

Dengan adanya sinergi antara kepolisian dan para pegiat pertanian, diharapkan Kabupaten Sumenep mampu terus menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui modernisasi pertanian berbasis teknologi.

(MP)

10 / 100 SEO Score

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *