Tragedi Meninggalnya NS, Bupati Sukabumi: “Keadilan Harus Ditegakkan”

Screenshot 2026 02 27 134605

SukabumiSeputar Jagat News. Tragedi meninggalnya NS (13) di wilayah Jampangkulon memantik perhatian serius Bupati Sukabumi, Asep Japar. Peristiwa memilukan tersebut mendapat respons langsung dari orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi itu yang menyampaikan duka mendalam sekaligus menegaskan komitmennya untuk mengawal keadilan bagi korban.

Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Bupati menyampaikan belasungkawa serta menyebut kejadian tersebut sebagai luka bersama bagi masyarakat Sukabumi. Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi segala bentuk kekerasan terhadap anak di wilayah yang dipimpinnya.

“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, saya sangat berduka. Ini adalah luka bagi kita semua. Saya tegaskan, tidak ada ruang dan toleransi bagi kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sukabumi, apa pun alasannya,” ujar Bupati, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, perlindungan hak anak harus menjadi prioritas bersama dan tidak boleh terpengaruh oleh tekanan dari pihak mana pun. Ia menekankan bahwa setiap anak berhak mendapatkan rasa aman serta perlindungan penuh dari lingkungan dan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah aparat kepolisian dalam mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional. Ia menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada penyidik dan meyakini bahwa penanganan perkara akan dilakukan secara objektif.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Saya yakin penyidik bekerja secara objektif dan profesional. Keadilan harus ditegakkan untuk almarhum NS,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipatif, Bupati menginstruksikan jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) hingga aparatur pemerintah di tingkat kecamatan dan desa untuk meningkatkan kepekaan terhadap kondisi sosial masyarakat. Pengawasan dan kepedulian lingkungan dinilai penting agar kasus serupa tidak terulang.

“Saya minta seluruh jajaran, camat hingga kepala desa, untuk lebih aktif melakukan pengawasan. Jangan sampai ada tangisan anak yang tidak terdengar oleh tetangga atau aparat setempat. Kita harus saling menjaga,” tambahnya.

Ia juga mengajak masyarakat Sukabumi untuk berperan aktif dengan tidak ragu melaporkan apabila melihat atau mendengar adanya indikasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun tindakan semena-mena terhadap anak. Menurutnya, kekerasan yang mengancam keselamatan tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan internal keluarga semata.

“Jangan anggap kekerasan dalam rumah tangga sebagai urusan internal semata jika sudah mengancam nyawa. Segera lapor! Mari kita jadikan Sukabumi tempat yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” pungkasnya.

(MP)

9 / 100 SEO Score

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *