Sukabumi – Seputar Jagat News. Rabu, 21 Januari 2026. Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) sepanjang tahun 2025 memfokuskan perbaikan infrastruktur jalan menggunakan metode hotmix. Kebijakan ini diambil karena dinilai lebih efisien, ekonomis, serta mampu menjangkau lebih banyak titik jalan rusak dibandingkan metode pengecoran atau betonisasi.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, mengatakan bahwa sebagian besar pekerjaan peningkatan dan pemeliharaan jalan tahun lalu menggunakan hotmix. Metode tersebut dianggap paling realistis di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Sepanjang 2025, perbaikan jalan didominasi menggunakan hotmix. Metode ini lebih efisien dan memungkinkan perbaikan menjangkau banyak titik jalan rusak,” ujar Uus, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, metode pengecoran tetap digunakan, namun bersifat selektif dan hanya diterapkan pada ruas-ruas jalan tertentu yang memiliki kebutuhan struktur lebih kuat. Jalan yang sering dilalui kendaraan bertonase besar, seperti angkutan berat, menjadi prioritas utama untuk betonisasi.
“Pengecoran kami terapkan pada ruas prioritas, terutama yang dilalui kendaraan berat. Jalan beton lebih cocok untuk menahan beban besar dan memiliki kekuatan struktur yang lebih tinggi,” jelasnya.
Uus menambahkan, dari sisi pembiayaan, metode pengecoran membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar. Bahkan, biaya betonisasi dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan pengaspalan dengan hotmix.
“Kami menganggap biaya pengecoran jauh lebih mahal. Karena itu, metode tersebut hanya dilakukan di lokasi yang memang intens dilalui kendaraan besar,” tambahnya.
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa jalan dengan metode pengecoran memiliki keunggulan dari segi durabilitas dan usia pakai yang lebih panjang. Namun, dengan kondisi anggaran yang terbatas dan masih banyaknya ruas jalan yang membutuhkan perbaikan, hotmix menjadi solusi paling efektif untuk pemerataan pembangunan.
“Hotmix memang lebih murah dan cakupan pekerjaannya lebih luas. Dengan cara ini, pembangunan dan pemeliharaan jalan bisa lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.
Ke depan, Dinas PU memastikan kebijakan penggunaan hotmix masih akan dilanjutkan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk tetap meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal.
“Tahun ini peningkatan dan perbaikan jalan masih menggunakan hotmix seperti tahun sebelumnya. Anggaran terbatas, sementara jalan rusak di sejumlah wilayah masih cukup banyak,” pungkas Uus.
DS
