SUMENEP – Seputar Jagat News. Kapal Hulalo yang dijadwalkan bertolak dari Pelabuhan Kalianget pada Kamis, 12 Pebruari 2026, hingga pukul 12.06 WIB dilaporkan belum diberangkatkan. Ratusan penumpang terpaksa bertahan di dalam kapal dalam kondisi penuh sesak tanpa kejelasan waktu keberangkatan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak sebelum siang hari penumpang sudah memenuhi kapal. Banyak di antaranya tidak mendapatkan tempat duduk dan harus berdiri dalam waktu lama, bahkan sebelum kapal berlayar. Kondisi ini dinilai sangat melelahkan, terlebih bagi anak-anak, lansia, dan perempuan.
“Lebih baik ada kejelasan. Ini sudah penuh, banyak yang berdiri, tapi kapal belum juga berangkat. Anak-anak kasihan,” ungkap salah satu penumpang dengan nada cemas.
Sebelumnya, Kapal Hulalo juga diduga mengalami overload akibat bercampurnya penumpang dan muatan barang tanpa pengaturan yang jelas. Masyarakat menilai, apabila memang terdapat kendala teknis atau administrasi, seharusnya penumpang tidak dibiarkan menunggu di dalam kapal dalam kondisi padat tanpa kepastian.

Dalam situasi ini, masyarakat berharap peran aktif pemerintah dan instansi terkait, termasuk otoritas pelabuhan dan Syahbandar, untuk segera hadir dan menyelesaikan persoalan. Penataan ulang penumpang, pembatasan kapasitas, hingga pemberian informasi yang jelas dinilai jauh lebih manusiawi dibanding membiarkan penumpang bertahan berdiri di dalam kapal tanpa kejelasan.
Transportasi laut merupakan kebutuhan vital masyarakat kepulauan. Oleh karena itu, aspek keselamatan, kenyamanan, dan kepastian pelayanan diharapkan menjadi prioritas utama dalam setiap proses keberangkatan kapal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak operator Kapal Hulalo maupun Syahbandar Pelabuhan Kalianget terkait penyebab keterlambatan dan kondisi penumpang di dalam kapal.
(Red)
