Diduga Situs Megalitikum Ditemukan di Area Tambang Emas Ilegal Dongi-Dongi, Terancam Alat Berat

WhatsApp Image 2026 03 07 at 6.55.18 PM

Palu – Seputar Jagat News. Sebuah batu besar yang diduga merupakan peninggalan megalitikum ditemukan di kawasan pertambangan emas ilegal di Desa Dongi-Dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Penemuan ini memicu kekhawatiran karena lokasinya berada di area yang disebut-sebut akan segera digali menggunakan alat berat.

Batu tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat di wilayah yang berada dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, warga tersebut menunjukkan sebuah batu berukuran besar yang memiliki pahatan menyerupai wajah manusia.

“Salam budaya. Saya sekarang berada di area tambang Dongi-Dongi. Ini daerah perendaman ini. Jadi saya ada temukan sangat unik. Ini ada gambar wajah manusia di batu ini. Seperti yang di Napu,” ujar pria dalam video yang beredar pada Kamis.

Rekaman tersebut juga diunggah melalui akun Facebook Antun Lawani Mosiang. Dalam video tampak batu besar dengan pahatan wajah manusia yang sekilas menyerupai artefak megalitik yang banyak ditemukan di kawasan Lembah Napu.

Kekhawatiran Situs Akan Digali

Warga yang merekam video tersebut mengungkapkan kekhawatirannya terhadap nasib batu yang diduga situs megalitikum itu. Ia menyebut lokasi penemuan berada di area perendaman material tanah hasil tambang emas yang rencananya akan diolah lebih lanjut.

Menurutnya, aktivitas pertambangan di lokasi tersebut berpotensi menghilangkan jejak sejarah jika tidak segera dilakukan upaya penyelamatan.

“Ini ada beberapa biji temuan hari ini yang baru. Ini kalau bisa diadakan bagaimana ya, penyelamatan atau bagaimana bahasanya. Karena ini calon mau digali semua ini, mau digali ekskavator ini,” ujarnya.

Ia juga menyebut wilayah tempat batu itu ditemukan telah berada dalam penguasaan pihak perusahaan, sehingga kemungkinan besar akan segera dibuka menggunakan alat berat.

“Ini daerah perusahaan. Ini kalau tidak diselamatkan ini bisa tak gali semua ini. Karena ini sudah dipegang perusahaan,” katanya.

Diduga Berkaitan dengan Tradisi Megalitikum

Berdasarkan pengamatan visual dalam video, batu tersebut memiliki diameter cukup besar dengan pahatan menyerupai wajah manusia. Ciri ini mengingatkan pada berbagai artefak megalitik yang tersebar di kawasan lembah-lembah di sekitar TNLL.

Sulawesi Tengah sendiri dikenal sebagai salah satu pusat peninggalan budaya megalitikum di Indonesia. Banyak artefak seperti patung batu hingga wadah batu besar yang tersebar di beberapa wilayah lembah di kawasan taman nasional tersebut.

Karena kemiripan bentuknya, warga menduga batu tersebut memiliki keterkaitan dengan tradisi megalitik yang selama ini banyak ditemukan di kawasan sekitar Lore dan Napu.

“Diameternya ini cukup besar ini. Jadi salah satu temuan yang ada bergambar wajah di daerah kita. Ini sangat unik,” kata pria dalam video itu.

Tambang Ilegal Ancam Ekosistem dan Warisan Budaya

Kawasan Dongi-Dongi selama ini dikenal sebagai salah satu titik aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah TNLL. Aktivitas ini telah lama menjadi sorotan karena berada di kawasan konservasi.

Penertiban sempat dilakukan dan aktivitas tambang dinyatakan ditutup permanen pada Desember 2021. Namun dalam praktiknya, kegiatan penambangan liar dilaporkan masih sering kembali terjadi dan melibatkan penambang dari berbagai daerah.

Selain berpotensi merusak ekosistem hutan konservasi, aktivitas tambang ilegal kini juga dikhawatirkan mengancam keberadaan situs-situs budaya yang belum teridentifikasi secara resmi.

Penemuan batu berukir wajah manusia di Dongi-Dongi menjadi pengingat bahwa kawasan hutan di sekitar TNLL tidak hanya menyimpan kekayaan hayati, tetapi juga jejak peradaban kuno yang bernilai sejarah tinggi.

Sejumlah pihak berharap temuan tersebut segera mendapat perhatian dari pemerintah, peneliti, maupun lembaga pelestarian budaya agar dapat diteliti dan dilindungi sebelum terlambat.

8 / 100 SEO Score

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *