Bupati Sukabumi Letakkan Batu Pertama Kampung Mubarakah, Hunian Pascabencana Mulai Direalisasikan

659212107 1352753760219792 1294204213121995361 n

Sukabumi – Seputar Jagat News. Setelah melalui proses panjang yang mencakup penyiapan lahan, administrasi, hingga penggalangan dukungan lintas sektor, Bupati Sukabumi, Asep Japar, akhirnya merealisasikan pembangunan hunian pascabencana bagi warga terdampak pergerakan tanah di Palabuhanratu. Puncak realisasi tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di kawasan Kampung Mubarakah, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, pada Rabu (1/4/2026).

Momentum ini menjadi simbol perjuangan panjang sekaligus komitmen berkelanjutan dari pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan hunian yang layak. Warga yang hadir dalam kegiatan tersebut tampak haru dan antusias. Mereka menilai pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan jawaban atas penantian panjang terhadap janji pemerintah yang kini telah diwujudkan.

Dalam sambutannya, Bupati Asep Japar menegaskan bahwa pembangunan Kampung Mubarakah merupakan bukti nyata kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat.

“Kampung Mubarakah ini adalah bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memperkuat penanggulangan bencana dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat. Ini bukan janji, tapi langkah nyata,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan filosofi nama “Mubarakah” sebagai doa agar kawasan tersebut menjadi tempat tinggal yang penuh keberkahan, ketenangan, serta menghadirkan semangat baru bagi para penyintas bencana.

“Kami ingin kampung ini bukan sekadar deret bangunan, tetapi lingkungan yang membawa kedamaian dan harapan untuk masa depan warga,” ujarnya.

Bupati turut mengajak seluruh pihak, mulai dari perusahaan daerah, swasta, hingga komunitas masyarakat, untuk bersama-sama menyelesaikan pembangunan 100 unit hunian layak bagi warga terdampak.

“Ini tanggung jawab kemanusiaan kita bersama. Pemerintah sudah mengawal dari awal, dan saya pastikan kualitas bangunan harus sesuai standar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan di atas lahan milik pemerintah daerah seluas 34.400 meter persegi. Setiap unit rumah dirancang tahan gempa dengan mengadopsi arsitektur Sunda serta menggunakan material bambu dan kayu. Luas bangunan berkisar antara 36 hingga 60 meter persegi dengan nilai Rp35 juta per unit.

Ia menambahkan, pembangunan Kampung Mubarakah akan dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni tahap pertama pada April hingga Juni sebanyak 20 unit, tahap kedua Juli hingga September sebanyak 30 unit, dan tahap ketiga Oktober hingga Desember sebanyak 38 unit. Secara keseluruhan, sebanyak 86 unit rumah ditargetkan selesai dibangun pada tahun ini.

Proses konstruksi dilakukan oleh Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, dengan melibatkan partisipasi warga sebagai tenaga harian secara sukarelawan.

Salah satu warga penerima manfaat, Hasyim, menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menegaskan kesiapan warga untuk menjaga dan memanfaatkan hunian relokasi dengan baik.

“Kami siap menjaga, memanfaatkan rumah relokasi ini dengan baik, dan membangun kehidupan sosial yang harmonis,” ucapnya.

Acara peletakan batu pertama ini juga diisi dengan pemberian piagam penghargaan kepada para donatur, penyerahan Kartu Keluarga dan KTP kepada dua keluarga penerima manfaat, serta penyerahan mandat kerja dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi kepada Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi. (MP)

9 / 100 SEO Score

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *