Jember – Seputar Jagat News. Minggu, 18 Oktober 2026. Pemerintah Kabupaten Jember menggelar bakti sosial kesehatan melalui program Jember Cinta Kesehatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menyediakan penanganan medis bagi pasien dengan kelainan bawaan untuk memperluas akses pengobatan, termasuk bagi masyarakat dari luar Kabupaten Jember.
Ketua panitia bakti sosial Jember Cinta Kesehatan, dr. Ulfa Elfiah, menyebut terdapat 12 pasien dalam tiga kelompok penanganan medis yang teridentifikasi pada kegiatan tersebut. Enam pasien lolos skrining untuk operasi bibir sumbing dan celah langit-langit, tiga pasien mengalami kelainan pada alat genitalia, sedangkan tiga lainnya memiliki kelainan pada anggota gerak atas maupun bawah.
Dari enam pasien yang lolos skrining operasi bibir sumbing dan celah langit-langit, lima orang berasal dari Kabupaten Jember dan satu orang dari Kabupaten Probolinggo. Sementara itu, enam pasien dalam dua kelompok penanganan lainnya berasal dari Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Gus Fawait, menjelaskan program Salam Cinta dari Jember menargetkan 10.000 penerima manfaat hingga akhir Desember 2026. Sasaran program tersebut mencakup masyarakat Kabupaten Jember dan warga dari daerah lain yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Gus Fawait menilai pembiayaan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC) perlu disertai layanan yang menjangkau masyarakat secara langsung. Menurut dia, sebagian warga belum mengetahui atau belum dapat mengakses pelayanan medis tertentu meskipun telah memiliki dukungan pembiayaan kesehatan.
“Selain UHC, pengobatan gratis juga perlu dilengkapi dengan kegiatan seperti bakti sosial. Ada masyarakat yang mungkin belum mengetahui atau belum bisa mengikuti pelayanan secara normal, sehingga kami berupaya menjangkau mereka,” ujar Gus Fawait, Bupati Jember.
Ia menjelaskan rangkaian kegiatan sosial kesehatan tersebut direncanakan berlangsung hingga akhir Desember 2026. Pelayanan berikutnya mencakup operasi katarak, penanganan kasus kebidanan dan kandungan, serta tindakan medis lainnya.
Selain UHC dan bakti sosial, Pemkab Jember mengembangkan program Home Care dan Mobil Cinta untuk memperluas jangkauan pelayanan. Kedua program tersebut ditujukan untuk mendukung masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan dan menghadapi keterbatasan akses.
Ulfa Elfiah menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan program kesehatan pemerintah daerah. Ia menilai jaminan pembiayaan melalui UHC perlu didukung pelayanan tambahan, khususnya bagi pasien yang memerlukan penanganan khusus.
Ketersediaan fasilitas dan tenaga ahli di RSD dr. Soebandi juga menjadi potensi untuk memperkuat peran Jember sebagai pusat rujukan kesehatan di wilayah timur Jawa Timur.
Menurut Ulfa, kapasitas tersebut diharapkan membantu masyarakat dari daerah sekitar memperoleh penanganan medis sesuai kebutuhan. Ulfa menyampaikan harapannya terhadap dampak pelayanan bagi anak-anak yang menjalani penanganan medis dalam kegiatan tersebut.
“Kami berharap melalui bakti sosial ini, anak-anak bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, diterima masyarakat, dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” tutur dr. Ulfa Elfiah, Ketua Panitia Bakti Sosial Jember Cinta Kesehatan.
Pelaksanaan program Salam Cinta dari Jember dijadwalkan berlanjut hingga akhir Desember 2026 dengan target 10.000 penerima manfaat melalui beragam layanan kesehatan yang melengkapi program UHC Kabupaten Jember.
(Dang)
