Kasus ISPA di Jember Mulai Melanda, Rumah Sakit Sempat Penuh pada September 2026

WhatsApp Image 2026 10 04 at 6.07.19 PM

Jember – Seputar Jagat News. Minggu, 4 Oktober 2026. Kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di Jember mengalami peningkatan cukup tinggi sejak awal September 2026. Kondisi tersebut bahkan sempat membuat ruang rawat inap rumah sakit penuh hingga pasein harus di tangani di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) dan ruang transit dengan tempat tidur darurat.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Jember, dr. M. Ali Shodikin, melalui konfirmasi dengan awak media online Seputar Jagat News, Sabtu (3/10/2026), mengatakan, peningkatan kasus ISPA pada September antara lain demam, batuk, pilek, hingga gangguan pernapasan atau dehidrasi.

Ali menjelaskan, kelompok yang paling rentan mengalami ISPA berat adalah anak-anak di bawah usia lima tahun dan kelompok lanjut usia (lansia), terutama mereka yang berusia di atas 60 hingga 65 tahun.

Risiko kondisi berat juga meningkat pada orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti diabetes meletus, asma dan penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK. Selain itu, penyakit noninfeksi seperti jantung, stroke dan hipertensi juga masih ditemukan pada pasien.

Namun, peningkatan kasus yang paling menonjol dalam beberapa waktu terakhir adalah infeksi saluran pernapasan akut.

Ali menjelaskan, ISPA dan pheumoma, memiliki perbedaan berdasarkan bagian saluran pernapasan yang mengalami inflasi, “ujarnya.

Infeksi saluran pernapasan bagian atau umurnya, masih bersifat ringan sementara infeksi yang sudah menyerang saluran pernapasan bagian bawah cenderung lebih berat karena dapat melibatkan paru-paru sebagai organ pertukaran oksigen.

Gangguan pada paru-paru tersebut dapat menyebabkan kadar oksigen, dalam tubuh maupun dan memunculkan gejala sesak napas, “terangnya.

Menurut Ali, penyebab gangguan saluran pernapasan juga beragam, mulai dari virus, bakteri polutan, hingga alergi.

Berdasarkan pola peningkatan kasus yang terjadi belakangan ini, ia menduga infeksi yang disebabkan virus, khususnya influenza, menjadi salah satu penyebab yang perlu di cermati, “jelasnya.

Ali mengatakan, sebagian besar infeksi saluran pernapasan akibat virus bersifat ringan, dan dapat sembuh dengan sendirinya atau yang dikenal sebagai Self-Limiting disease.

Kasus ISPA menjadi perhatian karena peningkatan terjadi dalam waktu relatif cepat, sehingga sebagian masyarakat mengaitkannya dengan pengalaman Pandemi Covid-19. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan penyakit yang sama karena infeksi saluran pernapasan dapat disebabkan berbagai Mikroorganisme maupun faktor lainnya.

Sementara itu, kondisi pelayanan rumah sakit Jember, yang sempat mengalami kepadatan pada awal hingga pertengahan September, kini mulai berangsur normal.

Ali berharap trend penurunan kasus tersebut terus berlanjut. (Dang)

9 / 100 SEO Score

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *