SUKABUMI — Seputar Jagat News. Dinamika menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2027 di Kabupaten Sukabumi mulai mendapat perhatian masyarakat. Di Desa Tegalega, Kecamatan Lengkong, salah satu putra daerah, Asep Mulyana yang akrab disapa Kang Onon, menyatakan kesiapan untuk ikut dalam kontestasi Pilkades 2027.
Niat tersebut dilandasi keinginan untuk mengabdikan diri dan turut mendorong kemajuan Desa Tegalega apabila mendapat amanah masyarakat untuk memimpin desa periode 2027–2035.
Persiapan Pilkades Serentak 2027 di Kabupaten Sukabumi sendiri telah mulai dibahas pemerintah daerah dan DPRD, terutama berkaitan dengan penyempurnaan regulasi desa serta kesiapan penyelenggaraan.
Sebagai putra daerah, Asep Mulyana membawa visi “Terwujudnya Desa Tegalega yang maju, mandiri, sejahtera, berdaya saing dan religius dengan mengoptimalkan potensi desa secara berkelanjutan.”
Visi tersebut kemudian dijabarkan melalui sejumlah misi yang menjadi dasar gagasan pembangunan yang ingin ditawarkannya kepada masyarakat.
Pertama, meningkatkan pembangunan infrastruktur desa yang merata dan berkualitas, sehingga pembangunan tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu, tetapi dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.
Kedua, mengembangkan potensi ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian, UMKM, serta pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, desa memiliki berbagai potensi yang apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan dapat menjadi kekuatan ekonomi sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi warga.
Ketiga, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik. Pembangunan desa, menurut gagasan yang diusungnya, tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan pemerintahan yang dekat dengan masyarakat.
Keempat, memperkuat kehidupan beragama, sosial budaya dan nilai-nilai keislaman sebagai bagian dari karakter masyarakat Desa Tegalega.
Kelima, menjaga kelestarian lingkungan hidup dan sumber daya alam, sehingga pembangunan desa dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
Asep Mulyana juga diketahui aktif dalam berbagai organisasi sosial kemasyarakatan, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal sosial yang ingin dibawanya dalam memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat Desa Tegalega.
Ingin Hadir sebagai Pelayan Masyarakat
Bagi Asep, kepemimpinan desa bukan sekadar persoalan jabatan, melainkan tanggung jawab untuk hadir dan bekerja bersama masyarakat.
Ia menempatkan pembangunan desa sebagai kerja bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, pelaku usaha, petani, serta seluruh elemen masyarakat.
“Saya ingin mengabdikan diri untuk Desa Tegalega. Kalau masyarakat memberikan kepercayaan, saya ingin bekerja bersama-sama dengan masyarakat, bukan hanya menjadi pemimpin di depan, tetapi juga hadir mendengar dan menyelesaikan persoalan warga.”
Menurutnya, pembangunan yang baik harus dimulai dari kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, komunikasi dan keterbukaan antara pemerintah desa dengan warga menjadi hal penting agar setiap kebijakan benar-benar memiliki manfaat.
“Tegalega memiliki potensi yang besar. Kita ingin potensi itu dikelola bersama agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Pembangunan harus merata, pelayanan harus mudah, ekonomi masyarakat harus tumbuh, dan nilai-nilai sosial serta keagamaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan desa.”
Ia juga mengajak masyarakat agar menghadapi momentum Pilkades sebagai bagian dari proses demokrasi di tingkat desa dengan tetap menjaga persaudaraan.
“Pilihan boleh berbeda, tetapi persaudaraan jangan sampai terpecah. Pilkades harus menjadi momentum untuk memilih pemimpin yang benar-benar mau mengabdi dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.”
Dengan gagasan pembangunan yang ditawarkan, Asep Mulyana berharap masyarakat dapat menilai setiap calon secara objektif berdasarkan visi, misi, rekam pengabdian, serta komitmen terhadap kepentingan desa.
Baginya, amanah kepemimpinan merupakan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sekaligus kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Saya tidak ingin menjanjikan sesuatu yang muluk-muluk. Yang terpenting adalah kemauan untuk bekerja, terbuka terhadap kritik, mau mendengar masyarakat, dan bersama-sama membangun Tegalega agar menjadi desa yang lebih maju, mandiri, sejahtera dan religius.”
Pilkades 2027 di Kabupaten Sukabumi diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat desa untuk menentukan pilihan secara demokratis, aman dan bermartabat. Pemerintah daerah sebelumnya juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas serta persatuan masyarakat dalam menghadapi agenda demokrasi desa.
Bagi masyarakat Desa Tegalega, momentum tersebut pada akhirnya akan menjadi ruang untuk menilai gagasan dan komitmen para figur yang menyatakan kesiapan mengabdi, termasuk Asep Mulyana atau Kang Onon, dengan tetap mengedepankan kepentingan desa dan persatuan warga.
