Sukabumi — Seputar Jagat News. Proses pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Semangat tersebut terus dikembangkan oleh SDN 2 Purabaya melalui kegiatan out class learning yang dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026, dengan lokasi pembelajaran di kawasan Stasiun Kota Sukabumi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan pendidikan kontekstual yang diterapkan sekolah guna memberikan pengalaman belajar langsung kepada para peserta didik di luar lingkungan sekolah. Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menerima teori pembelajaran, tetapi juga diajak memahami realitas sosial, fasilitas publik, pentingnya kedisiplinan, hingga budaya tertib di ruang umum.
Kepala SDN 2 Purabaya, Rusli Fahmi, S.Pd.I., menjelaskan bahwa metode pembelajaran luar kelas bukanlah hal baru di sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, kondisi lingkungan masyarakat sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai petani justru menjadi potensi besar dalam membangun pendidikan berbasis pengalaman nyata.
“Out class learning ini sudah biasa kami laksanakan di berbagai tempat. Karena lingkungan sekolah kami mayoritas masyarakat petani, anak-anak juga sering belajar langsung di sawah dan kebun. Kami banyak menghasilkan karya siswa di bidang pertanian maupun peternakan yang sampai sekarang masih tersimpan dan dimanfaatkan di halaman sekolah,” ujar Rusli Fahmi kepada wartawan.
Ia menambahkan, kegiatan pembelajaran luar kelas dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan sekolah serta kondisi ekonomi peserta didik. Karena itu, pihak sekolah lebih sering memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai laboratorium pembelajaran alami yang mudah dijangkau siswa.
“Kalau kegiatan ke tempat seperti kota atau fasilitas umum tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Maka kami lebih banyak memanfaatkan potensi lingkungan sekolah sebagai media belajar. Namun sesekali anak-anak juga perlu dikenalkan dengan suasana baru agar memiliki wawasan yang lebih luas,” tambahnya.
Menurut Rusli, konsep pembelajaran kontekstual yang diterapkan sekolah sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional yang menekankan penguatan karakter, kreativitas, kolaborasi, serta pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa.
Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan semangat kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang mendorong pembelajaran aktif, fleksibel, dan berbasis lingkungan. Dalam implementasinya, sekolah diberikan ruang untuk menghadirkan proses belajar yang tidak monoton serta mampu mengembangkan potensi peserta didik secara utuh.
Pengamat pendidikan menilai, metode out class learning memiliki dampak positif terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Selain meningkatkan motivasi belajar, siswa juga dinilai lebih mudah memahami materi ketika pembelajaran dihubungkan langsung dengan kondisi nyata di lapangan.
Kegiatan di Santa Sea Kota Sukabumi sendiri berlangsung penuh antusias. Para siswa tampak aktif mengamati aktivitas transportasi, tata tertib fasilitas publik, hingga interaksi sosial masyarakat sekitar. Guru pendamping turut memberikan penjelasan secara langsung agar pengalaman belajar menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, SDN 2 Purabaya ingin menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal hafalan di ruang kelas, melainkan proses membangun pengalaman, karakter, serta keterampilan hidup sejak usia dini. (Sukma)
