Banjir dan Longsor Terjang Nyalindung Sukabumi, Belasan Hektar Sawah Rusak Parah, Warga Kecewa Tak Ada Penanganan

WhatsApp Image 2026 01 01 at 9.03.48 PM
5 / 100 SEO Score

Sukabumi – Seputar Jagat News. Kamis, 01 Januari 2026. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, selama kurang lebih lima jam pada Minggu (28/12/2025), mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah titik. Dampak terparah terjadi di Kampung Lembur Sawah, Desa Cisitu, yang menyebabkan akses jalan utama desa terputus dan lahan pertanian warga rusak berat.

Luapan sungai disertai longsoran tebing sedalam sekitar 25 meter dengan panjang mencapai 15 meter menimpa area persawahan milik warga. Material longsor berupa lumpur dan bebatuan menutup badan jalan lingkungan, sehingga mobilitas warga lumpuh total.

Tak hanya di Kampung Lembur Sawah, longsor juga berdampak pada area pertanian di Kampung Cihanjawar, Cijember, dan Cijember Kulon. Sedikitnya belasan hektar sawah milik petani tertimbun lumpur dan bebatuan. Tanaman padi yang baru berusia sekitar satu bulan pun rusak dan tidak dapat diselamatkan.

Seorang petani terdampak, Daday (50), warga Kampung Cihanjawar, mengungkapkan kesedihannya atas musibah tersebut. Menurutnya, sawah yang menjadi satu-satunya tumpuan hidup kini habis tertimbun material longsor.

“Sawah yang baru satu bulan ditanami padi habis tertutup lumpur dan batu. Modal tanam, pupuk, semuanya hilang. Ini sumber penghidupan kami. Bukan cuma tanaman yang rusak, tapi tanah dan saluran irigasi juga hancur,” ujar Daday dengan nada kecewa.

Ia menegaskan, para petani tidak mungkin mampu melakukan pemulihan secara mandiri karena kerusakan yang terjadi sangat masif. Kerusakan struktur tanah dan irigasi membuat sawah tidak bisa langsung digarap kembali.

WhatsApp Image 2026 01 01 at 9.03.49 PM

Menurut keterangan disampaikan Suryana, Ketua RT 07 Kampung lembur sawah, yang menilai lambannya respons pemerintah setempat sangat memprihatinkan. Hingga lima hari pascakejadian, belum ada satu pun instansi yang turun langsung ke lokasi bencana.

Hal senada diungkapkan Ustadz Pardi, tokoh agama setempat, yang turut menyuarakan aspirasi warga.

“Kami sangat kecewa. Sudah lima hari berlalu, tapi belum ada satu pun pihak dari desa, kecamatan, atau instansi terkait yang datang melihat langsung kondisi warga. Jadi kami merasa di anak tirikan, Padahal kerusakan sawah ini menyangkut hajat hidup banyak keluarga,” kata Ustadz Pardi.

Ia berharap pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi segera turun tangan untuk melakukan pendataan, penanganan darurat, dan pemulihan lahan pertanian warga.

“Kami mohon ada perhatian serius. Jangan sampai petani dibiarkan menanggung kerugian sendiri. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji,” tegasnya.

Warga Desa Cisitu kini berharap adanya respons cepat dari pemerintah agar akses jalan dapat kembali dibuka, lahan pertanian dipulihkan, serta bantuan bagi petani terdampak segera direalisasikan sebelum dampak sosial dan ekonomi semakin meluas.

Ropi Andriani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *